Berdasarkan
hadits-hadits Rasulullah Muhammad SAW
عَن عُثَمانَ رَضِىَ
اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صٌلَى اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ
خَيُركُم مَن تَعلٌمَ القُرانَ وَعَلٌمَهَ (رواه البخاري)
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan
mengajarkannya”. ( HR
Bukhori)
من قرأ
القران
فقد
استدرج
النبوة
بين
جنبيه
غير
أنه
لا
يوحى
اليه
لاينبغى
لصاحب
القران
ان
يجد
مع
من
وجد
ولا يجهل
مع
من
يجهل
وفي
جوفه
كلا
م
الله
(رواه
الحاكم)
Barang siapa membaca (hafal) al-Qur`an, maka sungguh dirinya telah
menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan kepadanya. Tidak pantas
bagi hafizh al-Qur`an berada bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak
melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam
bergaul), sementara dalam dirinya terdapat firman Allah". (HR. al-Hakim)
عن أنس
بن
مالك
قال:
قال
رسول
الله
صمى
الله
عليه
وسلم
عرضت
علي
أجور
أمتي
حتي
القذاة
يخرجها
الرجل
من المسجد
وعرضت
علي
ذنوب
أمتي
فلم
أ
ر
ذنبا
أعظم
من
سورة
من
القران
او
أية
أوتيها
رجل
ثم
نسيها
(رواه
الحاكم)
Dari Anas bin Malik berkata :
"Rasulullah Saw. bersabda : Telah ditambahkan kepadaku pahala-pahala
pekerjaan umatku, sampai-sampai pahala seorang yang mengeluarkan sampah
(kotoran) dari masjid dan ditampakkan kepadaku dosa-dosa umatku, lalu aku tidak
melihat dosa yang lebih besar kecuali dosa orang yang hafal al-Qur`an kemudian
mereka melupakannya". (HR. al-Hakim)
عَن عَائِشَةَ رَضي اللٌهُ عَنهاَ قَالَتُ:قَالَ رَسُولُ
اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم الَماهر باِلقُرانِ مَعَ السَفَرَةَ
الكِرَامِ الَبَرَرَةِ
وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه
وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌ لَه اَجَران (رواه البخارى ومسلم
Dari Aisyah r.h.a berkata bahwa Rasulullah
saw.bersabda , “Orang yang ahli dalam al Qur’an akan berada bersama malaikat
pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al
Qur’an sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala
dua kali.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
عَن اَبي مُوُسى رَضي
اللٌهُ عَنهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلٌي اللٌهُ عَلَيهِ وَ سَلٌم مَثَلُ
المُومِنِ اٌلَذِي يَقَراُ القُرانَ مَثَلُ الآترُجَةِ رِيحُهَا طيِبُ وَطَعمُهَا
طَيِبُ وَمَثَلُ الموُمِنِ اٌلَذِي لآيَقرَاٌ القُرانَ كَمَثَلِ التَمرَة لآريَح
لَهَا وَطَعمُهَا حُلوٌ وَمَثَلُ المُنَافِقِ اٌلَذِي يَقرَأ القُرانَ مَثَلُ
الرَّيْحَانَةِ رِيْحُهَا طَيّبٌ وَطَعْمُهَا مُرُّ وَمَثَلُ المُنَافق اّلذِي لا
يَقْرَأُ القُرْانَ كَمَثِلِ الحَنُظلَةِ لَيسَ لَهَا رِيحُ وطعمها مُرُّ. (رواه
البخارى ومسلم
Dari Abu Musa r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda,
“perumpamaan orang mu’min yang membaca al Qur’an adalah seperti jeruk
manis yang baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang mu’min yang
tidak membaca al Qur’an adalah seperti kurma, tidak berbau harum tetapi
rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca al Qur’an
adalah seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan
orang munafik yang tidak membaca al Qur’an seumpama buah pare, tidak
berbau harum dan rasanya pahit.” (Hr. Bukhari,
Muslim)
عَن
اَنَسٍ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌهُ عَلَيهِ
وَسَلَمَ اِنٌ للٌهِ اَهلِينَ مِنَ النٌاسِ قَالٌوا: مَن هٌم يَارَسُولَ اللٌهِ؟
قَالَ أهلُ القُرانَ هُم أهلُ اللٌهِ
وَخَاصٌتٌهُ. (رواه النسائ
Dari Anas r.a. berkata bahwa
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan
manusia.” Para sahabatnya bertanya, “Siapakah mereka, ya Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan
orang-orang istimewa-Nya (HR. al- Nasaai)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar